Reboisasi, Cara Manfaat dan Pengertian

Reboisasi

Reboisasi merupakan penghijauan alam supaya tetap lestari. Reboisasi biasanya dilakukan di hutan yang gundul akibat penebangan pohon. Hutan memiliki fungsi utama yaitu pelindung makhluk hidup, mencegah terjadinya bencana alam dan menyimpan cadangan air. Oleh karena itu hutan harus direboisasi supaya kembali hijau. Untuk mengetahui lebih dalam ketahui tentang pengertian dan manfaat reboisasi secara detail.

Pengertian dan Manfaat Reboisasi yang Harus Diketahui

Anda harus mengetahui pengertian dan manfaat reboisasi, karena nantinya bisa ditanamkan kepada anak Anda sejak dini, agar membangun kesadaran anak supaya tergerak untuk melakukan penanaman pohon disekitar lingkungan. Selain menanam pohon, anak lebih mencintai tanaman dengan cara merawatnya (disiram, diberi pupuk). Jika sudah besar anak telah memiliki kebiasaan untuk mencintai alam dengan reboisasi.

Tidak cukup hanya mempelajari pengertian dan manfaat reboisasi saja. Anda juga harus mengetahui fungsi penting reboisasi. Fungsi reboisasi diantaranya yaitu menyediakan tempat tinggal untuk flora dan fauna, menyediakan cadangan karbon dalam jumlah besar yang disimpan pada biomassa vegetasi, dan penghasil kayu pkv games.

Hutan sebagai penghasil kayu terbesar. Hasil kayu pohon berukuran besar serta kualitasnya bagus. Kayu yang dihasilkan kemudian digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kertas dan bangunan.

Pengertian dan manfaat reboisasi memiliki peranan besar dalam proses penghijauan kawasan hutan. Tujuannya agar hutan tetap lestari. Adapun beberapa manfaat hutan dapat dikelompokkan dapat dilihat pada berikut.

Manfaat secara ekonomis

Pohon hasil reboisasi memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Baik pada bagian akar, batang, bunga, dan bagian lainnya. Seluruh bagian tanaman pohon dapat dijual dengan harga tinggi. Namun ingat, pohon di hutan hanya dapat ditebang jika sudah tua dan memenuhi syarat.

Manfaat secara rekreatif

Reboisasi menyebabkan hutan menjadi lebih hijau, karena penanaman pohon dilakukan kembali. apabila hutan sudah hijau lestari maka, bisa menjadi daya tarik sendiri kepada para wisatawan. Hingga akhirnya hutan dijadikan sebagai tempat rekreasi liburan keluarga.

Manfaat secara protektif

Berikutnya manfaat secara protektif yaitu memberikan perlindungan langsung atau tidak langsung kepada makhluk hidup. Contoh perlindungan langsung yaitu melindungi makhluk hidup dari panasnya terik matahari. Sedangkan contoh perlindungan tidak langsung yaitu mencegah terjadinya bencana (banjir, tanah longsor dan lainnya).

Manfaat secara higenis

Untuk manfaat secara higienis contohnya seperti penghijau hutan dapat menyaring udara kotor. Jumlah pohon di hutan yang banyak mampu menyerap kandungan karbondioksida secara besar. Selain itu pepohonan mampu menyerap racun yang disebabkan oleh polusi udara.

Manfaat secara ekologis

Reboisasi hutan mampu menyeimbangkan lingkungan. Hasil reboisasi yang dilakukan mampu menyediakan komponen biotik terbaik yang tidak dapat dipisahkan di lingkungan. Komponen biotik nantinya saling bersinergi bersama abiotik untuk menciptakan lingkungan seimbang.

Manfaat secara klimatologis

Penghijauan reboisasi hutan mampu memberikan manfaat klimatologis. Semakin banyaknya pohon maka penyerapan CO 2 makin cepat, sehingga pohonpun juga berfotosintesis menghasilkan O 2 . Proses fotosintesis dapat memperbaiki kualitas udara dan mengurangi pemanasan global.

Cara reboisasi yang bisa dilakukan

Diatas sudah diulas beberapa manfaat melakukan reboisasi. Dari beberapa kelompok reboisasi di atas, pastinya membuat pengertian dan manfaat reboisasi menjadi sangat penting. Ada hal yang lebih penting lagi setelah mengetahui pengertian dan manfaat reboisasi, antara lain Kita dapat melakukan caranya.

Berikut merupakan cara reboisasi yang dapat dilakukan.

Persiapan

Tahap persiapan meliputi penentuan tempat pelaksanaan reboisasi, pembentukan tim, menyusun waktu pelaksanaan, membersihkan kawasan tempat reboisasi, melakukan sosialisasi dengan tim, mempersiapkan tanaman, mempersiapkan bahan dan peralatan (altimeter, kompas, alat ukur, GPS) serta menyusun pola tanam. Tahap persiapan harus dilakukan secara matang, karena dapat mempengaruhi proses berjalannya acara reboisasi.

Salah satu persiapan reboisasi yaitu menyediakan bibit tanaman. Nah bibit tanaman ini tidak boleh sembarangan. Harus dipilih yang sehat agar tanaman dapat tubuh subur. Beberapa tanaman yang cocok digunakan untuk reboisasi adalah Balsa, Tusam, Kemiri, Meranti, Sungkai, Jabon, Jelutung, dan Jati.

Membuat lubang tanam

Selanjutnya pelaksanaan pembuatan lubang tanam. Cara membuat lubang tanam disesuaikan dengan ukuran pohonnya, kemudian dibuat lubang tanam menyesuaikan dengan pola yang dipilih.

Penanaman

Berikutnya dilakukan proses penanaman. Bibit tanaman yang disiapkan kemudian ditanam pada lubang yang sudah dibuat. Kemudian bibit disiram dan diberi pupuk.

Pemeliharaan

Proses reboisasi harus dilakukan sampai cara paling akhir yaitu pemeliharaan. Dalam pemeliharaan, harus memelihara pohon secara intensi. Caranya seperti menyiram, membersihkan area tanaman, dan mendeteksi supaya tidak terjadi kebakaran didekat tanaman.

Begitulah cara melakukan reboisasi. Pelaksanaan reboisasi di lahan yang besar harus dilakukan secara bergotong royong supaya cepat selesai. Bila reboisasi dilakukan di lahan kecil maka, bisa menggunakan tim yang sedikit.

Nah sekarang Anda sudah mengetahui secara lengkap mengenai pengertian dan manfaat reboisasi sekaligus caranya. Tinggal prakteknya yang bisa diterapkan sekarang juga.