Upaya Penghijauan untuk Kelestarian Hutan

Hutan di Bumi sedikit demi sedikit kehilangan kelestariannya. Buktinya banyak hutan yang pohonnya ditebangi, kemudian pohon dari hasil penebangan dijadikan untuk kepentingan manusia. Sebenarnya kelestarian hutan tidak boleh dibiarkan, karena Kita harus menjaganya. Caranya yaitu dengan melakukan upaya pelestarian hutan. Upaya tersebut dapat dilakukan bersama-sama agar hutan tetap terjaga kelestariannya.

Hutan memiliki fungsi sebagai salah satu tempat bergantung makhluk hidup. Hutan dapat menyerap polusi udara, memberikan kesediaan makanan, dan menyediakan aneka macam pepohonan untuk makhluk hidup. Bahkan hutan juga berfungsi untuk mencegah terjadinya bencana alam seperti tanah longsor hingga banjir. Hal ini disebabkan akar pohon yang ada di hutan mampu menyerap air dan menahan tanah supaya tidak longsor.

Apa Saja Upaya Pelestarian Hutan?

Upaya pelestarian hutan harus dilakukan oleh setiap manusia Jika tidak maka, ada manusia yang berkeingingan merusak hutan. Anda bisa melakukan beberapa upaya pelestarian hutan supaya kawasannya tetap hijau. Berikut merupakan upaya pelestarian hutan yang dapat dilakukan.

Mengurangi pemakaian kertas

Pembuatan kertas di pabrik berbahan dasar pohon. Semakin besar produksi kertas di pabrik maka, penggunaan pohon makin tinggi. Banyak pohon yang ditebang untuk digunakan membuat kertas, sehingga pohon di hutan berkurang kelestariannya. Penebangan pohon yang dibuat untuk pembuatan kertas sebaiknya menggunakan sistem tebang pilih tanam, jadi hutan tetap hijau karena pohonnya masih ada.

Tidak merusak pohon di hutan

Beberapa hutan dijadikan sebagai tempat wisata. Wisatawan datang ke hutan untuk menikmati keindahannya. Selama mereka disana, melakukan beragam aktivitas. Namun ada wisatawan yang melakukan kegiatan negatif seperti merusak pohon di hutan dengan cara mencoret-coretnya. Mereka mengukir aneka macam tulisan sehingga menyakiti batang pohon. Sebaiknya wisatawan tidak boleh melakukan hal tersebut, karena dapat menyebabkan kelestarian hutan menjadi berkurang. Sebaliknya harus menerapkan upaya pelestarian hutan, caranya tidak merusak pohon yang ada di dalam hutan.

Tidak membuang sampah di hutan

Manusia sering membuang sampah sembarangan. Contohnya dapat dilihat disekitar lingkungan Anda. Di pinggir jalan masih banyak sampah berserakan, sampah-sampah tersebut berasal dari manusia yang tidak membuang pada tempatnya. Sampah bisa menyebabkan lingkungan kotor. Begitupun kalau membuang sampah di hutan, lingkungan hutan menjadi kotor. Terlebih lagi menumpuknya sampah di hutan mengakibatkan kebakaran apabila ada seseorang yang tidak sengaja menyulutkan api.

Kebaran hutan memberikan dampak negatif yaitu pepohonan banyak yang terbakar sehingga tidak hijau lagi, ekosistem hutan mati, asap kebakaran dapat menganggu aktivitas manusia dan menyebabkan penyakit saluran pernafasan. Betapa seriusnya dampak membuang sampah sembarangan di hutan. Oleh sebab itu, jangan sekali-kali membuang sampah sembarangan. Lebih baik mengumpulkan sampah pada tempat yang telah disediakan.

Menerapkan sistem tebang pilih tanam

Upaya pelestarian hutan berikutnya ada sistem tebang pilih tanam. Di hutan ditumbuhi pohon dengan umur yang berbeda-beda. Pohon di hutan tidak boleh ditebang semuanya, harus dipilih pohon yang tua. Sedangkan pohon muda, dibiarkan tua. Selesai ditebang, harus dilakukan penanaman kembali pada daerah hutan yang ditebang. Dengan begitu hutan tetap terjaga, sehingga tidak ada yang namanya hutan gundul.

Sistem tebang pilih tanam merupakan cara yang tepat untuk menghijaukan hutan. Cara ini dijamin ampuh menjaga agar hutan tetap hijau. Bila hutan tetap hijau, bisa menyaring udara kotor.

Reboisasi

Reboisasi merupakan upaya pelestarian hutan yang dilakukan dengan cara melakukan penanaman pohon kembali. Reboisasi dilakukan pada hutan gundul yang ditebang secara besar-besaran. Sistem reboisasi memiliki tujuan agar hutan kembali hijau dan tetap lestari. Selain itu ekosistem yang berada di hutan tetap terjaga, hewan dan tumbuhan hidup berdampingan dengan damai.

Mencegah terjadinya kebakaran hutan

Setiap tahun di musim kemarau, ada hutan di Indonesia yang mengalami kebakaran. Dampak dari kebakaran hutan menyebabkan kabut asap, habitat banyak yang mati, penyakit pernafasan dan minimnya daya lihat disekitar lingkungan. Setelah diteliti kebakaran terjadi akibat cuaca yang sangat panas, sehingga pohonnya kering dan mudah terbakar.

Sebaiknya pemerintah melakukan upaya pelestarian hutan dengan melakukan identifikasi lebih dalam penyebab kebaran hutan dan cara menyelesaikannya.

Menerapkan penebangan konservatif

Upaya pelestarian hutan selanjutnya adalah melakukan penebangan konservatif, artinya penebangan dilakukan dengan memilih pohon yang tidak produktif lagi (tua atau mati). Penebangan konservatif sangat didukung, karena nantinya memberikan tempat baru untuk pohon yang ditanam selanjutnya.

Itulah beberapa data hk upaya pelestarian hutan, dengan cara di atas hutan bisa dijaga kelestariannya. Apabila lestari, hutan selalu hijau dan bisa memberikan manfaat kepada makhluk hidup. Saat ini, upaya pelestarian hutan saat ini tampaknya sangat kurang. Masih banyak hutan gundul, sampah berserakan, dan tidak menerapkan sistem tebang pilih tanam. Oleh karena itu, yuk terapkan upaya pelestarian hutan supaya tetap menghijau.